NamanyaKampung Cokelat, berada di desa Plosorejo, Kademangan, Blitar. Saat kamu baru saja menginjakkan kaki di area Kampung Cokelat, aroma cokelat yang khas dan lezat sudah tercium di mana-mana. kuliner blitar; wisata blitar; wisata jawa timur; Editorial Team Show All. Arifina Budi A. Editor. Berita Terkini Lainnya. Travel 05 Jun 22 | 21:15
Kampungcoklat merupakan wisata alam dan wisata kuliner yang terletak di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur.Wisata tersebut berdiri pada tahun 2000 yang terdapat kebun coklat dengan kumpulan tanaman coklat yang tumbuh subur serta terdapat pula makanan ringan yang terbuat dari tanaman coklat yang telah dikemas dengan baik kemudian dipasarkan di swalayan
AcaraRakorwil NU Care LazisNU Jatim ini berada di desa plosorejo, Kecamatan kademangan, Kabupaten Blitar Jawa Timur. Kampung Coklat ini merupakan tempat pembudidayaan buah coklat oleh warga swasta setempat.
Kepadatan 915 jiwa/km². Plosorejo adalah desa yang berada di kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Indonesia. Desa Plosorejo mempunyai pedukuhan yaitu dukuh Para'an yang dikepalai oleh kepala dukuh yang disebut Kamituo. Sebagian besar penduduk di desa ini bersuku Jawa dan mata pencaharian penduduk didominasi oleh para petani.
KampungCoklat berdiri dengan semangat untuk membangun perekonomian Indonesia. Kampung Coklat adalah wujud ekspresi rasa syukur dengan berbagi ilmu dan kemanfaatan demi cita-cita. Kampung Coklat beralamat di Jalan Banteng - Blorok Nomor 18, Desa Plosorejo, Kademangan, Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Blitar, Jawa Timur.
KampungCoklat atau bisa disebut "Wisata Edukasi Kampung Coklat" merupakan sebuah area wisata edukasi keluarga yang berlokasi di Jl. Banteng - Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT. 01 / 06, Kademangan, Plosorejo, Kademangan, Blitar, Jawa Timur. [1]
Mengunjungiperkebunan kakao di Kampung Coklat Blitar. Selasa, 9 November 2021 23:58 WIB. (Kemenparekraf) adalah Kampung Coklat di Desa Plosorejo, Kecamatan Pademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Masyarakat diajak berkeliling perkebunan kakao seluas 5,3 hektare di kawasan desa itu untuk menyaksikan budi daya, pasca panen, sampai proses
mDhtt. Apakah kamu pernah mendengar nama Kampung Coklat? Yah Kampung Coklat merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan yang datang ke Blitar selain Makam Bung Karno. Kampung coklat ini beralamat di Desa Plosorejo, Kec. Kademangan, Kab. Blitar. Setiap akhir pekan selalu dipenuhi dengan banyak wisatawan dari berbagai macam daerah, karena apa yang ditawarkan oleh kampung coklat belum bisa ditemui di daerah lain. Di sinilah segala macam tentang kakao bisa kita lihat. Mulai dari produk tanaman hingga produk olahannya. Penasaran seperti apa keseruan dan sejarah lahirnya Kampung Cokelat? simak ulasan berikut ini. Sejarah Kampung Cokelat Blitar Sejarah kampung coklat bisa ditelusuri jejaknya dari 18 tahun yang lalu tepatnya pada 2004. Ide ini berawal saat bisnis dari seorang peternak ayam bernama Kholid Mustofa bangkrut akibat wabah flu burung. Flu burung yang lagi merajalela itu, membuat Kholid banting setir ke budidaya coklat. Kebetulan Kholid saat itu memiliki lahan seluas 720 meter persegi. Sebenarnya kebunnya telah ditanami 120 kakao sejak tahun 2000. Karena saat itu fokus bisnis Kholid di peternakan ayam, sehingga kebun itu tak terlalu diurus. Andaipun kakao panen, ia langsung menjualnya dengan harga murah sekitar Rp Ia memutuskan untuk berguru perkakaoan di PTPN XII Blitar dan Pusat Penelitian kopi dan kakao di Jember pada tahun 2005. Di pertengahan 2005, Kholid mengajak para petani membentuk gabungan kelompok tani Gapoktan yang diberi nama Guyub Santoso. Ada 21 petani yang bergabung saat itu. Kholid dan para petani yang tergabung dalam kelompok ini mencari informasi harga biji kakao kering di Surabaya. Ternyata harganya lumayan mahal. Di Surabaya itu harga biji kakao kering dihargai Rp perkilogramnya. Mendapat informasi itu, Kholid makin semangat untuk mengembangkan kakao. Di Gapoktan ini, hasil panen petani dihimpun lalu dikeringkan. Pada 2007, kelompok ini mendapat pesanan untuk memasok biji coklat di sebuah pabrik pengolahan biji coklat sebanyak 3,2 ton perbulan. Kholid sempat menimbah ilmu cara mengelola kakao di pabrik coklat Monggo Yogyakarta dan Silver Queen. Lalu pada 2013, Kholid mulai membuat coklat sendiri bekerjasama dengan Anggi coklat asal Blitar. Bubuk coklat itu dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Solo dan Surabaya. Pada 2014 akhirnya dia memutuskan untuk membuat wisata edukasi coklat. Ia pun membangun sebuah kawasan yang diberi nama kampung coklat. Fasilitas dan Harga Masuk Kampung Cokelat Di kawasan ini segala pernik-pernik tentang coklat bisa dipelajari. Mulai dari pembibitan hingga pengolahan. Dengan membeli tiket Rp per orang di hari biasa dan Rp per orang di akhir pekan, pengunjung bisa menjumpai berbagai jenis cokelat. Mulai dari cokelat original, cokelat krispi, cokelat orange, cokelat apel, cokelat bubuk, cokelat susu, dan berbagai varian dark cokelat tersedia di sini. Selain diolah menjadi cokelat siap konsumsi, kakao yang dipanen dari Kampung Coklat Blitar juga diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti brownies cokelat, dodol cokelat, dan lain sebagainya. Tak hanya soal percoklatan, di kampung coklat ini, Kholid juga membangun semua fasilitas permainan, hiburan, hingga restoran. Hasil-hasil olahannya juga dipajang di kawasan itu. Hadirnya kampung coklat ini berdampak besar. Tenaga kerja di desa itu terserap. Tak kurang dari 400 warga desa bekerja di kampung coklat ini. Perekonomian pun desa bergerak. Kini, Desa Plosorejo pun identik dengan kampung coklat itu. Gimana? Sudah tertarik datang ke Kampung Cokelat? Sumber
Kampung Coklat Blitar adalah sebuah tempat wisata yang sangat terkenal di Jawa Timur. Terletak di Jl. Benteng Blorok No. 18, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar., kampung ini merupakan tempat yang tepat untuk mempelajari dan menikmati sejarah serta proses pembuatan coklat. Kampung Coklat ini memiliki area seluas 4,5 hektar dan terdiri dari beberapa bangunan, seperti pabrik coklat, toko oleh-oleh, dan museum. Pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan coklat dari biji kakao yang masih mentah hingga menjadi coklat siap saji. Selain itu, pengunjung juga bisa membeli oleh-oleh berupa coklat dengan berbagai macam rasa dan bentuk yang unik. Selain Makam Bung Karno, Kampung Coklat ini merupakan destinasi wisata di Blitar yang jadi favorit wisatawan. Wisata ini berada di Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Saking populernya, Kampung Coklat ini tak pernah sepi pengunjung setiap akhir pekan. Selain menjadi tempat wisata, Kampung Coklat ini juga memiliki nilai edukasi yang tinggi. Pengunjung bisa belajar tentang sejarah coklat serta proses pembuatan coklat yang dilakukan secara tradisional. Selama perjalanan menuju lokasi, pengunjung disuguhkan pemandangan kota Blitar, hamparan sawah, dan area perkebunan yang hijau. Tak heran sebab kota Blitar populer dengan area perkebunan berbagai tumbuhan, terutama cokelat. Ada beberapa jalur yang bisa pilih untuk menuju ke lokasi wisata Kampung Coklat Blitar, yaitu 1. Rute 1 dari Kota Blitar Dari kota Blitar, ambil arah selatan ataupun ke Kecamatan Jembatan Kademangan. Saat ada pertigaan, lewati saja ataupun ambil jalan lurus. Setelah itu, Moms cuma penting mengejar papan petunjuk jalan yang banyak tersedia, hingga mencapai Kampung Coklat Blitar. 2. Rute 2 dari Stasiun Blitar Dari arah stasiun Blitar, masuklah ke Jl. Mastrip. Kemudian Lurus ikuti jalan dan belok kiri kemudian masuk ke Jl. Raya Trisula. Selanjutnya, beloklah ke kiri menuju Jl. Banteng Blorok, dan sampai di tujuan. 3. Rute 3 dari Tulungagung Dari arah tulungagung, ikutilah jalan menuju Blitar melewati Jembatan Kademangan. Kemudian, putar balik setelah jembatan dan ambil kiri. Setelah itu, ikuti jalan sampai lampu merah selatan pasar kademangan, Lalu, belok kiri, dan sampailah di tujuan. Apa Itu Kampung Coklat Blitar? Salah satu hal yang jadi ciri khasnya kota Blitar ialah kakao ataupun cokelat. Ini menjadikan Blitar dijuluki sebagai kota penghasil kakao terbesar di Jawa Timur. Karena ada banyak pohon coklat yang tumbuh, masyarakat Blitar pun membudidayakannya. Dari perkebunan biasa, hingga akhirnya menjadi lokasi wisata edukasi yang diberi nama Kampung Coklat Blitar. Layaknya lokasi wisata, Kampung Coklat ini memiliki banyak keindahan yang bisa dinikmati pengunjung. Ada jajaran perkebunan coklat yang rimbun dan berbuah lebat, hingga kedai pengolah coklat menjadi aneka makanan dan minuman. Hal yang Bisa Dinikmati di Kampung Coklat Blitar Seperti namanya, bersingah ke wisata ini anda akan di manjakan dengan nuasa “serba cokelat”. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan bagaimana proses kakao ataupun buah coklat dipetik dan diolah menjadi berbagai makanan dan minuman. Karena serta mengusung konsep edukasi, di sini pengunjung akan diajari cara memutuskan kakao yang berkualitas, sebelum diolah. Selain menjadikan coklat asli, di sini ada serta olahan coklat yang dicampur dengan berbagai bahan lain. Tidak seperti yang ada di cafe-cafe modern , cafe di Kampung Coklat ini dirancang khusus berada di bawah pohon coklat yang rimbun. Fasilitas lain yang tersedia di Kampung Coklat ini lumayan memadai. Misalnya, area parkir yang luas, toilet umum, mushola, dan lain-lain. Selain itu, ada serta outlet yang melego aneka oleh-oleh khas, seperti olahan coklat dan kaus. Harganya serta relatif terjangkau. Di sini banyak tempat penginpan yang sudah di sediakan, jadi jangan ragu datang kesini. Hal ini sebab Kampung Coklat ini memiliki lokasi yang lumayan strategis. Ada homestay hotel, bungalow, ataupun villa, dengan rentang nilai yang bervariasi, mulai dari Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Kampung Coklat Blitar Kabar baiknya, Moms tak penting merogoh kocek dalam-dalam jika mau berwisata ke Kampung Coklat ini. Untuk menikmati keindahan suasana perkebunan coklat di loka wisata ini, Moms musti melunasi tiket masuk sebesar per orang. untuk rombongan 50 orang, Moms bisa bisa diskon Jika mau mendapat makan siang berupa nasi kotak, ada anggaran imbuhan sebesar Untuk anggaran parkir bagi yang membawa kendaraan bermotor pribadi, akan dikenakan untuk sepeda motor, dan untuk mobil. Kampung Coklat ini buka setiap hari, hari Senin sampai Jumat pukul hingga WIB. Sedangkan untuk hari weekend Sabtu, Minggu dan tanggal merah buka pukul WIB. Setiap hari Jumat, Kampung Coklat ini akan ditutup sementara selama waktu sholat seru, destinasi wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan, bagus dari Blitar ataupun luar kota. Tak jarang serta ada wisatawan mancanegara yang berkunjung untuk memandang suasana Kampung Coklat Nah, itulah informasi tentang Kampung Coklat Blitar.
Kampung Coklat merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan yang datang ke Blitar selain Makam Bung Karno. Secara administratif kampung coklat terletak di Ds. Plosorejo, Kec. Kademangan, Kab. Blitar. Setiap akhir pekan selalu dipenuhi dengan banyak wisatawan dari berbagai macam daerah, karena apa yang ditawarkan oleh kampung coklat belum bisa ditemui di daerah lain. Suasana di Kampung Coklat Di Kampung Coklat wisatawan bisa menemukan berbagai macam informasi tentang coklat, mulai dari pembibitannya, pengolahan hingga coklat siap dinikmati dalam berbagai macam produk yang ada. Bisa dibilang kalau kampung coklat adalah surga untuk para pecinta coklat. Ada aneka macam olahan coklat yang bisa wisatawan coba di kampung coklat, mulai dari bubuk coklat, aneka jenis permen coklat, minuman coklat, kue dari coklat, hingga mie dari coklat. Minuman Khas Kampung Coklat Ada banyak fasilitas bermain yang disediakan oleh kampung coklat untuk memanjakan para pengunjungya seperti terapi ikan, live concert di akhir pekan, permainan perahu, hingga pusat oleh-oleh khas coklat. Selain itu fasilitas penunjang lain seperti hall, ruang pertemuan, paket edukasi dan bahkan wisatawan bisa mengikuti cooking class menghias permen coklat. Aneka Oleh Oleh Coklat Fasilitas di Kampung Coklat Ada banyak sekali fasilitas yang tersedia di kampung coklat. Berbagai wahana permainan anak bisa dicoba lho. Tiket Masuk Kampung Coklat Saat ini tiket masuk ke kampung coklat adalah Rp. / orang. Akses menuju kampung coklat sudah sangat baik dengan aspal dan jalan yang lebar. Semua jenis kendaraan bisa masuk mulai dari roda dua hingga bus besar. Parkir kendaraan juga cukup luas di kampung coklat. Dari pusat kota Blitar, ikuti jalan ke selatan menuju pantai tambakrejo. Dari lampu merah perempatan kademangan ambil ke kiri menuju ke kampung coklat Dari arah tulungagung, ikuti jalan ke Blitar melewati Jembatan Kademangan, putar balik setelah jembatan dan ambil kiri. Ikuti jalan sampai lampu merah selatan pasar kademangan belok kiri.
Blitar ANTARA - Wisata edukasi di Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, telah memperoleh rekomendasi uji coba buka dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf. Kawasan ini dulunya adalah peternakan ayam petelur. "Hingga tahun 2004, saat terjadi wabah flu burung, barulah dirintis perkebunan kakao, yang dimulai dari lahan seluas 250 meter persegi," kata Direktur Pengembangan Bisnis Kampung Coklat Akhsin Al Fata, saat dikonfirmasi di Blitar, Minggu. Sejak itu perlahan perkebunan kakao semakin luas, seiring meningkatnya permintaan ekspor, khususnya untuk material makanan olahan coklat. Akhsin memastikan saat ini luas perkebunan kakao di Kampung Coklat Blitar telah mencapai sekitar 5,3 hektare. "Sejak tahun 2014 terbuka untuk masyarakat umum sebagai wahana wisata edukasi," ujarnya. Sempat ditutup di awal masa pandemi virus corona COVID-19 pada bulan Maret hingga Juli 2020, serta selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat PPKM pada bulan Juli hingga September 2021. “Sekarang mulai dibuka kembali dalam tahap uji coba,” ucap Akhsin. Di kawasan wisata ini, masyarakat diajak berkeliling perkebunan untuk menyaksikan budi daya kakao, pasca panen, sampai proses pembuatan makanan olahan coklat. Pemerintah Kabupaten Blitar menyatakan dukungannya terhadap kebangkitan kembali sektor pariwisata, seiring mulai dilonggarkannya penerapan PPKM di masa pendemi COVID-19. Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso mengungkapkan berdasarkan Instruksi Dalam Negeri Inmendagri, status PPKM di wilayah Kabupaten Blitar saat ini masih tercatat di level 3. Namun asesmen Kementerian Kesehatan telah menempatkan Kabupaten Blitar ke dalam level 1 PPKM COVID-19. "Vaksinasi COVID-19 terhadap masyarakat di wilayah Kabupaten Blitar telah mencapai 69 persen untuk masing-masing dosis 1 dan 2," katanya. Atas dasar itulah Wabup Rahmat mendorong kebangkitan kembali sektor pariwisata di wilayah Kabupaten Blitar yang sempat terpuruk akibat dampak pandemi COVID-19. "Untuk kebangkitan kembali sektor pariwisata, sebenarnya kita sudah di level 1 PPKM tapi masih dalam tahap uji coba. Yaitu tempat pariwisata boleh buka dengan protokol kesehatan serta syarat-syarat lainnya," ujarnya. Wabup Rahmat meyakini destinasi wisata di Kabupaten Blitar tidak kalah dengan daerah-daerah lain. "Salah satunya Wisata Edukasi Kampung Coklat. Silahkan dilihat sendiri, begitu bagusnya tempat ini. Hasil dari perkebunan itu sendiri, terutama coklat, diekspor sampai ke Swiss," tuturnya. Komoditas Ekspor Direktur Pengembangan Bisnis Kampung Coklat Blitar Akhsin Al Fata mengungkapkan salah satu alasan tempat ini sejak 2014 dibuka sebagai destinasi wisata adalah untuk menunjukkan salah satu komoditas ekspor Indonesia kepada masyarakat. "Indonesia adalah tiga terbesar produsen kakao di dunia. Tapi belum banyak masyarakat mengetahui itu. Di situlah kami ingin membagikan ilmu yang kami miliki sehingga masyarakat tahu kalau Indonesia penghasil coklat dari kakao," katanya. Tercatat selama ini ekspor biji kakao terbanyak dari Kampung Coklat Blitar adalah ke negara Malaysia. Menurut Akhsin, di Malaysia, material asal Kampung Coklat Blitar kemudian diolah menjadi berbagai produk makanan. "Produk-produk makanan olahan coklat dari Malaysia itu selanjutnya dipasok ke pasar Eropa, Timur Tengah dan berbagai belahan dunia lainnya," ujarnya. Akhsin menandaskan, demi memenuhi pasar ekspor tersebut, Kampung Coklat di Blitar juga bekerja sama dengan menerima hasil panen dari para petani kakao asal daerah lain, seperti dari Madiun, Jember, Banyuwangi, Jawa Timur dan Gunung Kidul, Yogyakarta. *
- Kampung Coklat merupakan destinasi wisata edukasi yang terletak di Blitar, Jawa Timur. Tepatnya, Kampung Coklat berada di Banteng-Blorok No 18 Desa Plosorejo, RT 01/06, Kademangan, Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten ini dibangun oleh Kholid Mustafa, petrnak ayam yang kemudian banting stir mengelola 120 pohon kakao milik keluarga setelah wabah virus flu burung yang mematikan usaha ternaknya. Kampung Coklat merupakan salah satu tujuan wisata favorit wisatawan yang berkunjung di Blitar. Tempat ini memanfaatkan gudang dan kebun coklat sebagai tempat wisata untuk keluarga yang belum ada di sekitar Blitar. Begitu memasuki wisata kampung coklat, pengunjung akan mencium aroma semerbak coklat di sekitar area. Pengunjung juga akan melihat tempat penjemuran coklat, kebun coklat yang ditata rapi dan outlet yang menyediakan olahan coklat, seperti ice coklat, ice cream, hingga mie Edukasi Kampung Coklat Selain itu, di kawasan ini pengunjung juga bisa mengikuti paket edukasi membuat coklat, mulai dari tingkat Paud sampai Univeristas. Paket edukasi memberikan pembelajaran mengenai pembibitan, panen, sampai pengolahan coklat yang dipadu oleh pemandu profesional. Baca juga 2 Cara Tepat Simpan Coklat Truffle agar Tahan sampai 3 Bulan Paket edukasi dibedakan menurut golongan tingkat usia, yaitu 1. Paket Edukasi Paud & TK Senin -Sabtu, biaya Rp Fasilitas tiket masuk, field trip pembibitan & cooking class 2. Paket Edukasi SD & SMP Senin-Sabtu, biaya Rp Fasilitas tiket masuk, field trip pembibitan, cooking class, kebun 3. Paket Edukasi SMA & Universitas Senin - Sabtu, biaya Rp Fasilitas tiket masuk, field trip pembibitan, cooking class, kebun 4. Paket Observasi Senin - Minggu, biaya Rp Fasilitas tiket masuk, field trip pembibitan, cooking class, kebun Harga Tiket Masuk Kampung Coklat Harga tiket masuk Rp per orang. Dengan biaya tersebut, pengunjung dapat menghabiskan waktu sepuasya di kawasan ini. Baca juga Apa Bedanya Coklat dan Dark Chocolate?
kampung coklat plosorejo blitar jawa timur